Ada Pemotongan Tunjangan GTT

Menyikapi beredarnya pemberitaan tentang adanya pemotongan tunjangan bagi guru tidak tetap (GTT) diwilayah UPTD Pakal Benowo Surabaya, Komisi D DPRD Surabaya mengundang pihak Dinas Pendidikan Kota Surabaya beserta dengan seluruh Kepala SD dari Pakal Benowo untuk menggelar rapat dengar pendapat, Kamis (6/1).
Dalam kesempatan itu, Ketua Komisi B DPRD Surabaya, Baktiono membeber data dugaan pemotongan tunjangan GTT. Sesuai dengan data yang berhasil didapatkan anggota dewan, ada 8 GTT dari SDN Babat Jerawat II Surabaya yang tunjangannya dipotong. Adapun pemotongan yang dilakukan untuk tunjangan periode Januari-Juni 2010. Yakni, dari yang seharusnya tunjangannya sebesar Rp 1.710.000, para guru hanya menerima Rp 1.400.000. Bahkan, ada juga guru yang menerima
Rp 500 ribu dan Rp 200 ribu. “Ini data daftar penerima tunjangan prestasi non PNS (Pegawai Negeri Sipil) SDN Babat Jerawat II Periode Januari-Juni 2010,” ungkap Baktiono.
Dalam daftar data penerima tunjangan itu tercantum stempel pihak sekolahan yang bersangkutan. Hanya saja, lembar data penerimaan belum sampai dibubuhi tanda tangan kepala sekolah. Dugaan pemotongan tunjangan GTT juga dikuatkan dengan ditemukannya surat pernyataan dari pihak penerima yang intinya telah menerima tunjangan secara penuh. “Kenapa GTT dimintai surat pernyataan ? ini menunjukkan ada upaya menyunat tunjangan GTT,” kata anggota Komisi D DPRD Surabaya, Masduki Toha.
Kemudian informasi lain yang didapat anggota dewan, pemotongan tunjangan GTT disertai dengan ancaman dari oknum tertentu. Apabila GTT tak mau menerima tunjangan setelah dipotong pajak dan penyunatan, maka dananya akan dikembalikan ke kas daerah.
Temuan yang diungkapkan anggota dewan itu tentunya membuat kaget Kepala SDN Babat Jerawat II Surabaya, Siti Suningsih yang juga hadir dalam rapat dengar pendapat. Menurutnya, pemotongan itu tidak ada, dan semua GTT yang ada disekolahnya menerima tunjangan sebesar Rp 1.710.000. Jumlah GTT di SDN Babat Jerawat II bukan berjumlah 8 orang, melainkan 6 orang. “GTT disekolah saya sudah terima utuh 2 kali,” terangnya.
Siti mengaku sakit hati dengan data yang dibeber anggota dewan. Apalagi saat pembagian GTT, ia tidak terlibat langsung. Hal itu dikarenakan proses pembagian dilakukan staf TU. “Waktu pembagian saya sedang rapat di SD Benowo I,” tegasnya.
Perihal stempel yang terdapat dilembar data penerima tunjangan, menurut Siti, hal itu bisa saja terjadi. “Selama ini stempe di meja TU. Hati saya tidak terima,” tuturnya.
Sebelum data pemotongan tunjangan GTT dibeber, Siti sempat menyatakan bahwa tak ada pemotongan tunjangan GTT disekolahgnya. Pernyataan tak ada pemotongan itu juga disampaikan 10 kepala SD yang berada diwilayah UPTD Pakal Benowo Surabaya. Diantaranya SDN Benowo I, SDN Pakal II, SDN Babat Jerawt I dan yang lainnya. Kemudian, Kepala Dinas Pendidikan (Diknas) Kota Surabaya, Sahudi mengungkapkan, tunjangan GTT yang besarnya Rp 300 ribu per bulan merupakan anggaran dari Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kota.
Proses pencairannya langsung ke rekening sekolahan. “Untuk UPTD Pakal ada 16 sekolahan dengan 89 guru yang menerima. Satu semesternya Rp 160 miliar,” paparnya.
Dalam proses pencairannya, Sahudi menyatakan tak pemotongan apapun. Kecuali pemotongan pajak pertambahan hasil sebesar 5 persen. Mungkin, ada GTT yang menerima tunjangan secara utuh. Hal itu dikarenakan ada pengajuan tujangan GTT yang dilakukan secara akumulasi. Jadi, ada beberapa guru yang jam mengajarnya kurang 24 jam mengajukan dengan satu nama. Sebab kategori tunjangan GTT untuk yang mempunyai jam mengajar minimal 24 jam dan masa kerja minimal 2 tahun. “Nanti tunjangannya juga dibagi rata,” cetusnya.
Namun demikian, bila ditemukan ada pemotongan oleh oknum tertentu, pihak Diknas Kota Surabaya akan segera mengambil tindakan. Untuk kasus yang ditemukan di SDN Babat Jerawat II, Diknas akan mengirimkan tim untuk melakukan penelusuran. “Pemotongannya masih kabur, yang membagi bukan kepala sekolah. Nanti akan dicek dilapangan,” ucapnya. Sementara itu, Masduki Toha menambahkan, jika memang ditemukan ada oknum yang terbukti melakukan pemotongan GTT maka harus ditindak
dengan tegas. “Yang terbukti dipecat saja,” pungkasnya. [cty]
Diambil dari Sumber resmi Harian Bhirawa http://www.harianbhirawa.co.id

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s